mightymikey
http://ambil.info/wordpressmudah
Global Moderator
Jendral
   
Kurma: +12/-0
Offline
Location: http://ambil.info/wordpressmudah
Posts: 623
http://ambil.info/wordpressmudah
|
 |
« on: May 10, 2008, 10:59:14 AM » |
|
oleh : cosaaranda.com
Akhirnya sampai juga kita di bagian terakhir dari artikel mini-seri “Kunci SEO 2008?. Sekadar flashback, sebelumnya kita telah membahas mengenai Contact Information, Mobile Access, dan Site Content. Ketiga hal tersebut, ditambah dengan yang akan kita bahas kali ini, Personalization / Localization, adalah parameter-parameter yang menurut Matt Cutts akan memegang peranan penting dalam algoritma SEO mesin pencari Google di tahun 2008. Nah, bagaimana dengan Personalisasi / Lokalisasi ini? Apakah ada hubungannya dengan para PSK yang sering mangkal di lokalisasi? Atau ada hubungannya dengan saya yang punya kepribadian ganda sebagai ABG?
Dari keterangan yang diberikan oleh Matt Cutts, Personalisasi / Lokalisasi yang dimaksud adalah sebagai berikut:
* Pentargetan wilayah demografis yang sesuai antara search engine dengan target bahasa yang digunakan oleh pengunjung. Mungkin agak sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata, tapi intinya, apabila kita menulis dalam bahasa Indonesia, secara tidak langsung target pasar kita adalah pengunjung yang berdomisili di Indonesia dan oleh sebab itu, situs harus kita optimasikan untuk Google.Co.Id yang memang lebih efektif dalam meng-index situs-situs berbahasa Indonesia. Kalau nanti kita memilih untuk menghiraukan Google.Co.Id dan memilih PDKT dengan Google.Com, berarti syarat personalisasi / lokalisasi yang satu ini telah sukses kita langgar. Langkah utama untuk memenuhi persyaratan target demografis ini adalah dengan mengaturnya di Google Webmaster Tools. 1. Login ke Webmaster Tools. 2. Pilih domain situs Anda. Lakukan proses verifikasi terlebih dahulu apabila situs Anda belum terverifikasi. 3. Klik pada menu Tools. Pilih Set Geographic Target. 4. Pilih opsi “Associate a geographic location with this site“, cari Indonesia dari menu drop-down daftar negara, dan tekan Save. 5. Lakukan hal yang sama untuk situs-situs Anda lainnya, sesuai dengan target demografis pengunjung situs tersebut.
Cara kedua adalah dengan memasang Geo Tag di bagian header situs Anda. Anda dapat menggunakan tool online Geo Tag Generator untuk men-generate kode Geo Tag yang sesuai dengan pasar pengunjung yang Anda tuju. Untuk yang satu ini mungkin detilnya akan dibahas di lain artikel karena cukup kompleks. Sekedar contoh, kode Geo Tag untuk situs dengan target pengunjung Indonesia adalah: * Pentargetan konten ke topik tertentu (niched content). Hal ini sudah dibahas di bagian sebelumnya, jadi tidak perlu saya ulangi lagi.
Selain kedua hal tersebut, ada pula rumor yang mengatakan bahwa posisi server hosting situs kita akan turut berpengaruh terhadap SERP situs kita tersebut. Meskipun sudah ada beberapa contoh kasus, tapi saya bisa menyimpulkan 100% kebenaran “teori” tersebut (ada yang bisa konfirmasi?). Tapi jika memang benar, berarti ia juga merupakan bagian dari parameter Personalisasi / Lokalisasi ini.
Satu lagi, sebagai tambahan mengenai Contact Information. Saya baru ingat setelah tadi melihat ulang video wawancara Matt Cutts, bahwa ia juga mengisyaratkan kita untuk men-submit informasi bisnis kita (sesuai dengan situs web kita) ke dalam Google Local Business Center. Sayangnya untuk saat ini kita tidak bisa melakukannya karena negara kita tidak dalam daftar yang didukung. Namun jika Anda memiliki situs berbahasa Inggris (dan memiliki target pasar US dan UK), mungkin sebaiknya Anda mulai mencari virtual address dan mendaftarkan “bisnis” Anda di sana. Memang agak lumayan repot sih ngurusnya (butuh stempel notaris), tapi lumayan loh buat keren-kerenan. Saya aja punya, hehehe.
|